Bagaimana Cara Startup Membangun Suatu Produk ?

Bagaimana Cara Startup Membangun Suatu Produk ?

Seperti yang kita ketahui, tujuan sebuah startup berjalan adalah untuk menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat dan dilakukan dengan bantuan teknologi.

Apalagi di zaman sekarang, banyak produk-produk yang bermanfaat di kalangan masyarakat. Akan tetapi, ada beberapa kesulitan saat membangun sebuah produk. Mulai dari strategi pemasaran, kekuatan dari produk itu sendiri, dan masih banyak lagi.

Tapi, ada beberapa tips yang dapat digunakan jika anda ingin membuat produk dan kapan waktu yang pas untuk melepaskan produk jika tidak berjalan dengan baik. Dan kita bisa belajar dari pengalaman startup dalam hal ini .

Berikut adalah tips nya :

Menemukan sebuah masalah yang ada.

Jika ingin memulai suatu produk, anda harus menemukan masalahnya terlebih dahulu. Mengapa ? Karena jika produk tersebut pada akhirnya tidak dibutuhkan oleh target pasar, upaya yang sudah anda lakukan akan menjadi sia-sia. 

Jadi, tidak cukup jika hanya menghadirkan sebuah produk berdasarkan idealisme, atau sekedar menghadirkan teknologi yang baru.  Perlu diingat bahwa, produk tidak hanya aplikasi, namun berupa layanan yang ditawarkan kepada pengguna.

Melakukan Hipotesis.

Melakukan hipotesis setelah solusi ditemukan adalah hal yang penting agar dapat menyesuaikan dengan kebutuhan pasar. Anda dapat membuat sebuah prototipe atau contoh kasus yang bisa validasi ide. Ini merupakan salah satu tahap dalam membuat produk yang paling mendasar. Setelah hal yang mendasar dapat dikuasai, anda dapat menambahkan fitur lainnya sesuai dengan kebutuhan dan demand dari target pasar.

Melakukan Uji Coba.

Tujuannya adalah agar membuat produk tersebut dapat memberi nilai lebih kepada target pengguna. Tapi, perlu diupayakan agar membuat produk tersebut sebaik mungkin dan jangan terlalu melemparnya ke pasar.

Membuat Result.

Setelah semua proses yang telah disebutkan berhasil dilakukan, Langkah selanjutnya adalah membuat result atau hasil ke dalam bentuk data. Anda dapat merangkum semua feedback, error hingga keberhasilan yang dicapai, kemudian olah semua dan kumpulkan data untuk kemudian di lihat dan diprediksi produk yang ada.

Tujuannya adalah agar produk bisa dikembangkan dan mencapai tahap ‘scale up’. Proses ini juga bisa digunakan untuk
mempelajari dan melakukan koreksi terhadap produk yang sudah dibuat. Jadi, tidak hanya berfokus pada data yang ada.

Pada intinya, proses-proses yang disebutkan di atas dapat membantu pelanggan yang loyal, agar dapat melakukan promosi secara organik.

Penulis : Yehezkiel Setianto Putra
Sumber : DailySocial.id
Gambar : Pixabay.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *